Kaderisasi Rutin MWCNU Wonoayu Kembali Digelar, 67 Peserta Ikuti PD-PKPNU Angkatan VI
WONOAYU – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonoayu kembali menggelar kegiatan kaderisasi tahunan melalui Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan VI. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Acara ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memperkuat kualitas kader NU di tingkat kecamatan. Sebanyak 67 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, menunjukkan antusiasme tinggi dari warga Nahdliyin dalam mengikuti proses pengkaderan.
Ketua MWCNU Wonoayu, Ir. Anas Dimyati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlangsungan organisasi. Ia menyampaikan bahwa NU tidak hanya membutuhkan banyak kader, tetapi juga kader yang militan, berintegritas, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.





“Pengkaderan ini bukan sekadar formalitas, tapi proses menempa mental, pemikiran, dan loyalitas terhadap jam’iyah. Di sinilah ruh perjuangan itu ditanam,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Iltizain Zainal Muttaqin, S.Hum., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang oleh panitia. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim yang terlibat.
Beberapa nama panitia yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini antara lain Taufik Hidayat (Wakil Ketua), Moch. Ainul Yaqin, S.H. (Sekretaris), Marsella Duwi Septyani, S.Pd (Wakil Sekretaris), Fitriya Anggraeni (Bendahara), serta Juni Sandi Iwanto (Wakil Bendahara).
Selain itu, panitia juga didukung oleh berbagai seksi, seperti A. Rofik di bidang kesekretariatan, Lailatul Farida, S.Pd pada seksi acara, Syamsudian di bagian perlengkapan, Hj. Desi pada konsumsi, Eka Cahyati Ningrum di bidang dokumentasi, Arif Cipto pada kebersihan, serta tim keamanan dari Satkoryon Banser Wonoayu.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan pengkaderan sebagai bentuk penguatan struktural dan pengawalan proses kaderisasi agar tetap sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan semangat gotong royong dan niat khidmah, PD-PKPNU ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader penggerak yang siap menjadi garda depan dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an di tengah dinamika zaman.
Di Wonoayu, malam itu bukan sekadar pembukaan acara—tapi awal dari perjalanan panjang: menanam ideologi, merawat tradisi, dan menyiapkan masa depan.

i